Jelajah Simbol Arsitektur Gereja Menuju Keberlanjutan di Manado, Sulawesi Utara

by

Aristotulus E. Tungka

Jurusan Arsitektur, fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Manado.

Abstrak

Kajian ini berkaitan dengan simbol dalam suatu bangsa yang amat dihargai mereka yaitu berhubungan dengan suatu kepercayaan. Sesuai dengan peradaban bangsa dan kemajuan sebuah kebudayaan, simbol terus berkembang. Simbol juga memaparkan satu media untuk menyatukan masyarakat. Menciptakan simbol merupakan proses berpikir yang sangat mendasar sekali dan berlangsung sepanjang sejarah perjalanan kehidupan manusia. Penyelidikan simbol dalam arsitektur gereja Protestan di Manado ini bertujuan menemukan dan menjelajah simbol arsitektur gereja Protestan (GMIM) di Manado. Dengan penyelidikan ini, diharapkan dapat menghasilkan suatu bentuk arsitektur yang berkelanjutan melalui simbol arsitektur yang terdapat dalam gereja Protestan, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan serta pelestarian arsitektur gereja. Metodologi menggunakan kajian kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif dilakukan untuk menyejajarkan konsep gereja dan konsep arsitektur melalui semiotika. Sedangkan kuantitatif dilakukan untuk mengukur tingkat kesimbolan serta keberlanjutannya. Kedua metode ini dilakukan dengan saling mengikat satu dan lainnya, dengan GMIM Sentrum sebagai studi kasusnya. Hasil kajian mengungkapkan menunjukkan bahwa untuk keberlanjutan simbol-simbol gereja, maka responden mengatakan sebanyak 90 persen arsitektur Gereja Sentrum sudah mempunyai simbol gereja dan 93 persen mengatakan bahwa simbol tersebut sudah mencerminkan sakral.

Kata kunci :
Simbol, Arsitektur, Gereja Protestan, Keberlanjutan

Halaman E 041-048
Download PDF :
TI2015-E-041-048-Jelajah Simbol Arsitektur Gereja Menuju Keberlanjutan