Isu, Tujuan, dan Kriteria Perancangan Pasar Tradisional

by

Agus S. Ekomadyo*, Sutan Hidayatsyah**

KK Perancangan Arsitektur SAPPK ITB, agus_ekomadyo@yahoo.co.id; ekomadyo@ar.itb.ac.id
** KK Perumahan dan Permukiman SAPPK ITB, sutan@ar.itb.ac.id

Abstrak

Pasar tradisional merupakan ruang publik yang menjadi identitaskota. Pasar tradisional yang dianggap berhasil adalah pasar yang ramai oleh aktivitas ekonomi dan sosial, yang ditandai dengan tersedianya ruang-ruang yang nyaman, aksesibel, dan menjadi wadah aktivitas sosio-kultural. Tulisan ini menyajikan isu, tujuan, dan kriteria perancangan pasar tradisional dengan menggunakan model pemrograman arsitektur berbasis isu dari Duerk (2003). Dengan model ini, kriteria perancangan pasar tradisional diklasifikasikan ke dalam tiga aspek: 1) arsitekturkota, 2) standar fungsional, dan 3) penciptaan karakter lokal. Dalam aspek arsitekturkota, terdapat beberapa isu perancangan, yaitu keterkaitan dengan fungsi sekitar, aksesibilitas dan sistem sirkulasi eksternal, dan respon terhadap bentuk dan ruangkota. Dalam aspek standar fungsional terdapat, beberapa isu perancangan, yaitu tipe dan luas unit kios, efektivitas pemanfaatan ruang, lebar jalur sirkulasi, zoning, aksesibilitas dan sistem sirkulasi penghawaan, pencahayaan, fasilitas umum, utilitas air bersih, utilitas air kotor, dan persampahan. Sedangkan dalam aspek penciptaan karakter lokal, terdapat beberapa isu perancangan, yaitu tampilan fisik, pengalaman ruang, dan ruang sosio-kultural.

Kata-kunci: pasar tradisional, kriteria perancangan, pemrograman arsitektur berbasis isu

Halaman 1-4
Download PDF:
TI2012-01-p001-004 – Isu, Tujuan, dan Kriteria Perancangan Pasar Tradisional