Identitas Kawasan Pecinan Jalan Semarang Menurut Masyarakat Kota Medan

by

B. O. Y. Marpaung1, G. A. Tarigan2

1,2 Perencanaan Kota, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
Email korespondensi: beny.marpaung@usu.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.8.037

Abstrak

Citra kota bertindak sebagai bentuk identitas dalam pengembangan kota, serta meningkatkan daya tarik kota. Kualitas visual yang terbentuk dari fungsi dan penataan bangunan di suatu daerah dapat menghasilkan persepsi yang cukup kuat bagi pengamat. Masyarakat memiliki persepsi yang kuat tentang kota Medan mengenai kawasan pecinannya. Medan, yang merupakan salah satu kota di Indonesia, memiliki beberapa kawasan pecinan dan salah satunya ada di Jalan Semarang. Pecinan Jalan Semarang adalah area bisnis dan kuliner yang menjadikan area ini hidup 24 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan aspek yang mempengaruhi citra kawasan pecinan di Jalan Semarang dalam membuat persepsi yang dibangun di masyarakat sehingga dapat membawa pemahaman baru dalam mengingat suatu tempat / wilayah / kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran dimana proses pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan melakukan berbagai pengamatan dan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu ruang dan struktur sosial yang memiliki peran utama dalam perencanaan wilayah perkotaan dan pusat kegiatan perkotaan dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah kota Medan mengenai peran penggunaan lahan dan pengelolaan gedung di wilayah Semarang dalam kontribusi deskripsi konseptual yang berdampak pada peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat.

Kata-kunci : citra, jalan, pecinan, persepsi

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, A 037-048
Download PDF