Identifikasi Prinsip Aerotropolis di Bandara Sam Ratulangi Kota Manado

by

Indri Dizka Sapriyanti Soleman1, M. Sani Roychansyah2, Dwita Hadi Rahmi3

1 Mahasiswi S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada.
2,3 Staf Pengajar Program Studi S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah, Universitas Gadjah Mada.
Korespondensi: indridizcha@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.b001

Abstrak

Bandara Sam Ratulangi adalah salah satu bandara yang termasuk dalam Simpul Transportasi Udara Nasional sebagai pusat penyebaran prime. Bandara Sam Ratulangi mempunyai master plan yang mengatur tentang pengembangan bandara ke depan. Kecenderungan pembangunan seharusnya diintegrasikan dengan wilayah sekitar namun pada kenyataannya pembangunan kota Manado belum melihat keberadaan bandara sebagai potensi. Bandara dapat menjadi titik perkembangan ekonomi baru dengan konsep aerotropolis yang akan memaksimalkan perkembangan wilayah sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplanatori yaitu melakukan kajian atau tinjauan terhadap prinsip perencanaan aerotropolis sebagai prasyarat diterapkannya aerotropolis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip aerotropolis yang ada di bandara sebagai upaya pengem-bangan wilayah di sekitar bandara. Penelitia ini menunjukkan bahwa delapan prinsip aerotropolis yaitu prinsi struktur ruang, prinsip jarak, prinsip peruntukkan utama fungsi kawasan, prinsip zonasi, prinsip tata gunalahan, prinsip penyediaan kawasan bisnis, prinsip integrasi dan prinsip konektivitas yang ditemukan di Bandara Ratulangi hampir semua telah sesuai dengan prasyarat dari prinsip perencanaan aerotropolis.

Kata-kunci : Prinsip, Aerotropolis, Bandara Sam Ratulangi

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, B 001-006
Download PDF