Identifikasi Objek Kawasan Permukiman Kumuh sebagai Strategi Awal Penataan Kawasan Permukiman Sepanjang Sungai Cikapundung

by

Eko Ilham Hafandi1, Dhini Dewiyanti2

1 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UNIKOM.
2 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UNIKOM.
Korespondensi: ekoilham515@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.f024

Abstrak

Penggusuran permukiman padat kawasan sepanjang sungai dilakukan dalam konteks peremajaan karena selama ini kawasan tersebut dianggap merupakan kawasan permukiman kumuh dalam lingkungan Kampung Kota. Paper ini mengulas mengenai strategi menentukan kawasan permukiman kumuh sebagai titik awal untuk melakukan peremajaan. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan pembobotan nilai prioritas pada empat kawasan permukiman di sepanjang Sungai Cikapundung: Lebak Siliwangi, Braga, Babakan Ciamis dan Tamansari. Pembobotan dilakukan dengan memberikan penilaian berdasarkan kriteria tingkat kekumuhan kawasan yang di syaratkan oleh Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, proses identifikasi dilakukan melalui indikator fisik dan non fisik.  Hasil dari penelitian ini adalah Babakan Ciamis sebagai kawasan prioritas peremajaan permukiman kumuh sepanjang Sungai Cikapundung berdasarkan bobot penilaian tertinggi dibandingkan ketiga kawasan lainnya.

Kata-kunci : Penggusuran, Peremajaan, Identifikasi, Kawasan sepanjang sungai, Pembobotan

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, F 024-030
Download PDF