Identifikasi Keterkaitan Hinterland dengan Pusat Kota

by

Linda Dwi Rohmadiani, A.A.G. Agung Ramayadnya

Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Abstrak

Wilayah perbatasan Kabupaten Gresik yang menjadi penerima gejala (trickling down effect) dari pengembangan permukiman dan mendapat pengaruh spill over kegiatan ekonomi industri wilayah Surabaya, sehingga sangat perlu dilakukan penelitian tentang interaksi wilayah hinterland atau perbatasan dengan pusat kota. Wilayah penelitian adalah Kecamatan Driyorejo salah satu wilayah perbatasan Kabupaten Gresik – Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pola interaksi kewilayahan Kecamatan Driyorejo dengan Kota Gresik berdasarkan aspek pelayanan ekonomi dan sosial yang digambarkan ke dalam peta desire line. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis persentase. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner pada kepala keluarga. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Driyorejo berinteraksi dengan Kota Gresik hanya di bidang administrasi atau politik (pengurusan KTP, KSK, Akte Kelahiran, SIM dan lain-lain) sedangkan bidang sosial dan ekonomi interaksi terbanyak dengan Kabupaten Sidoarjo yaitu Kecamatan Sepanjang, Taman dan Krian. Kondisi ini disebabkan karena jarak tempuh Kecamatan Driyorejo – Kabupaten Sidoarjo relatif dekat yaitu sekitar 10-15 menit dan terlayani lyn angkutan HG.

Kata-kunci : hinterland, keterkaitan, pusat kota

Halaman E 073-080
Download PDF :
IPLBI2016-E-073-080-Keterkaitan Hinterland dengan Pusat Kota