Guna dan Fungsi pada Arsitektur Bale Banjar Adat di Denpasar, Bali

by

Christina Gantini*, Josef Prijotomo**, Yuswadi Saliya***

Mahasiswa Program Doktor Arsitektur, Sejarah, Teori dan Falsafah Arsitektur, Program Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
** Promotor Program Doktor Arsitektur, Sejarah, Teori dan Falsafah Arsitektur, Program Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
*** Ko-promotor Program Doktor Arsitektur, Sejarah, Teori dan Falsafah Arsitektur, Program Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Abstrak

Pada awalnya bale banjar adat bagi masyarakat Bali memiliki arti sebagai tempat untuk berkumpul dan bermusyawarah. Sejalan dengan perkembangan kehidupan perkotaan, bale banjar adat mengalami berbagai perubahan fungsi, bentuk maupun tampilan pada perwujudan bangunannya. Penelitian ini menyoroti permasalahan bale banjar dari segi perubahan fungsi bale banjar adat di kota Denpasar, Bali. Saat ini banyak bale banjar adat yang memiliki fungsi ganda yaitu bukan lagi sekedar tempat bermusyawarah tetapi merupakan tempat berbagai macam kegiatan tambahan seperti kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kesenian, dll. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifkasi perkembangan fungsi bale banjar adat dan melihat apakah perubahan fungsi tersebut lebih mengarah ke GUNA ataukah FUNGSI bangunan? Metode penelitian ini berdasarkan jenis pengambilan datanya termasuk penelitian deskriptif – kualitatif. Temuan penelitian yaitu bahwa: 1) arsitektur bale banjar adat merupakan arsitektur yang dapat menyandang sejumlah fungsi (multifungsionalitas) dalam arsitektur, 2) arsitektur bale banjar adat lebih berperan sebagai GUNA (USE) dalam arsitektur, daripada sebagai FUNGSI (FUNCTION).

Kata-kunci: bale banjar adat, fungsi, guna

Halaman 65-68
Download PDF:
TI2012-05-p065-068 – Guna dan Fungsi pada Arsitektur Bale Banjar Adat di Denpasar, Bali