Gedung Pengungsian Bersama yang Ideal pada Studi Kasus GOR Ganesha Kota Batu

by

Agung Murti Nugroho1, Angga Pradana2

1 Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Brawijaya.
2 Laboratorium Sains Teknologi Bangunan, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.
Korespondensi: sasimurti@yahoo.co.id

https://doi.org/10.32315/ti.6.h013

Abstrak

Pengungsian merupakan salah satu aspek terpenting dalam penanganan korban bencana, sehingga dalam keorganisasian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat direktorat penanganan pengungsi yang fokus terhadap berlangsungnya pengungsian baik mulai tahap perencanaan, pemeliharaan hingga penutupan dan evaluasi. Pada saat ini masih banyak tempat pengungsian yang sering tidak nyaman bagi pengungsi sehingga meningkatkan resiko kesehatan terhadap pengungsi yang menempatinya. Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi keselamatan, kesehatan dan kenyamanan untuk mewujudkan tempat pengungsian yang ideal. Parameter yang digunakan dalam evaluasi adalah standar dan peraturan yang telah berlaku terkait penanganan pengungsi khususnya bangunan pengungsian bersama sebelumnya. Hasil kajian pada studi kasus GOR Ganesha sebagai gedung tempat pengungsian bersama ditemukan beberapa kekurangan yang menyebabkan gedung tersebut tidak ideal, terutama dalam aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan bangunan, sehingga diperlukan penambahan beberapa elemen penunjang keselamatan berupa peralatan pemadam kebakaran, sarana penunjang difable, sarana hunian dengan fasilitas velbed, sarana MCK movable, serta sarana pos klinik kesehatan yang bisa diakses 24 Jam.

Kata-kunci : gedung pengungsian bersama, tempat pengungsian yang ideal

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, H 013-020
Download PDF