Gambaran Awal Wajah Kota Kupang Melalui Arsitektur Bangunan

by

Paul J. Andjelicus

ASN  Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT – Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah NTT
Korespondensi: paul_jandelicus@yahoo.co.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.d049

Abstrak

Arsitektur bangunan dapat menjadi pembentuk wajah kota sekaligus menjadi identitas  kota. Bentuk bangunan yang unik dan berciri khas tertentu dapat menciptakan wajah kota yang berbeda dengan kota lainnya. Wajah kota dapat diidentifikasi melalui kehadiran  bangunan, infrastruktur, fasilitas publik, aktivitas warga, elemen estetika, kebersihan lingkungan kota dan elemen lainnya. Secara fisik  kota dibentuk dengan kehadiran bangunan atau gedung. Bangunan merupakan unsur penting dalam mengisi ruang, merajut wajah kota yang berfungsi sebagai unsur pembangkit, unsur penentu ruang, sebagai titik perhatian dan landmark serta sebagai tepian dan fasada kota (Beckley,1979).

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan arsitektur bangunan yang ada di Kota Kupang yang dapat melahirkan citra wajah kota dan menjadi identitas kota yang berbeda dengan kota lain. Lokasi yang dipilih adalah kawasan yang menjadi pusat aktivitas kota Kupang seperti kawasan perdagangan dan perkantoran, sementara bangunan yang diamati arsitekturnya adalah bangunan publik dengan fungsi pelayanan seperti toko, kantor, hotel dan restoran.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara umum arsitektur bangunan pada  4 kawasan di Kota Kupang belum memberikan wajah kota dan menjadi identitas kota yang kuat dan unik dari  arsitektur bangunan karena didominasi gaya arsitektur modern dan kontemporer yang sama dan identik dengan gaya arsitektur bangunan di kota lainnya.

Kata-kunci : arsitektur bangunan, gaya arsitektur, identitas kota, wajah kota

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, D 049-057
Download PDF