Formalisasi Peer Learning untuk Pembelajaran Studio Desain Arsitektur

by

Agus S. Ekomadyo1, Fauzan A. Agirachman1, Diah F. Ardani2

1 Dosen pada Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Insitut Teknologi Bandung
2 Asisten pada Program Studi Arisitektur Teknologi Bandung
Korespondensi: aekomadyo00@gmail.com, ekomadyo@itb.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.j001

Abstrak

Peer learning (pembelajaran sebaya) sebenarnya telah terjadi secara informal di kalangan mahasiswa, ketika mereka saling bertanya dan berdiskusi untuk mendapatkan jawaban berbagai pertanyaan atau solusi dari tugas-tugas yang diberikan. Kegiatan peer learning menjadi kebutuhan untuk diformalkan selain karena pertimbangan penciptaan suasana kolaboratif yang mendukung ketrampilan sosial mahasiswa juga karena alasan pragmatis karena terbatasnya sumber daya pendidikan. Artikel ini merupakan kertas kerja dari upaya untuk memformalkan peer learning dalam pembelajaran studio desain arsitektur, dengan memberikan tugas khusus kepemimpinan kelompok kepada mahasiswa-mahasiswa unggul dan mengamati bagaimana teman (sebagai peer) berperan dalam penciptaan suasana akademis. Data dikumpulkan dari pre-test dan post-test untuk 2 tugas studio, kemudian dianalisis dengan Analisis Isi  dengan melakukan coding  terhadap elemen suasana akademis: diri sendiri, materi, dosen, ruang/alat, dan teman. Dari pemetaan data, dapat diinterpretasikan bahwa mahasiswa secara kumulatif menganggap ruang/alat dan teman menjadi elemen paling penting dalam penciptaan akademis. Namun di dalam kelompok, peran elemen-elemen suasana akademis menunjukkan variasi yang sangat beragam. Ada korelasi bahwa mahasiswa yang menganggap penting teman dalam penciptaan suasana akademis juga menganggap dosen pembimbing penting, namun itu hanya terjadi sampai pertengahan kuliah. Sebagai kertas kerja, penelitian ini belum bisa menyimpulkan sesuatu yang signifikan. Semangat penelitian ini adalah melakukan objektivikasi (melalui riset kecil) dari proses pembelajaran desain arsitektur sehari-hari, terutama bagaimana merespon isu-isu masa depan seperti disrupsi pendidikan tinggi. Ke depan, penelitian ini akan melihat lebih jauh pembelajaran kolektif (collective learning) untuk melihat relasi antara aktor manusia (dosen, teman sebaya) dan aktor non-manusia (panduan/referensi, studio, teknologi) dalam pembelajaran studio desain arsitektur.

Kata kunci: peer learning, pembelajaran sebaya, analisis isi, pembelajaran kolektif

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, J 001-010
Download PDF