Filosofi yang Melandasi Keberadaan Makara dan Karka pada Bangunan Suci Hindu di Bali

by

 I Nyoman Widya Paramadhyaksa

Arsitektur dan Budaya, Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
Korespondensi: paramadhyaksa@yahoo.co.jp

https://doi.org/10.32315/ti.7.a017

Abstrak

Makara dan Karka adalah sepasang zodiak dalam astrologi India. Makara disimbolkan sebagai buaya atau ikan berbelalai, sedangkan Karka dapat dirupakan sebagai kepiting atau kura-kura. Keduanya dapat disetarakan sebagai Capricorn dan Carcer. Dalam ilmu perbintangan tradisional Bali, Makara dikenal sebagai Lintang Gaja-mina, sementara Karka dijuluki Lintang Yuyu (‘rasi kepiting’). Dalam seni bangunan tradisional Bali, Makara adalah figur penghias railing tangga bangunan suci, sementara Karka sebagai kepiting sulit terlacak keberadaannya. Figur varian Karka sebagai kura-kura ditemukan di dasar meru dan padmasana, tetapi masyarakat umum cenderung tidak menyadarinya sebagai simbolisasi Karka. Realita ini mendorong dilakukannya kajian filosofis sebagai pembuktian keberadaan Makara dan Karka pada bangunan tradisional Bali. Penelitian ini menerapkan metode hermeneutik melalui kajian literatur dan bangunan klasik Hindu. Temuan akhir membuktikan bahwa Makara dan Karka memang dua figur pada bangunan tradisional Bali yang memuat simbol pasangan konsep yang saling beroposisi, yaitu gerbang menuju alam atas-gerbang menuju alam bawah; dan jalan menaik-jalan menurun.

Kata-kunci: Makara, Karka, filosofi, bangunan, Bali

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, A 017-026
Download PDF