Evaluasi Penggunaan Pencahayaan Alami terhadap Jalur Evakuasi di Rusunawa Lajang

by

Indah Yuliasari1, Rita Laksmitasari2

1,2 Perancangan, Program studi : Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer,Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Email korespondensi: architecture5758@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.8.c025

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kriteria pencahayaan alami apa saja yang diterapkan terhadap jalur evakuasi pada rusunawa lajang. Metode yang digunakan yaitu penulisan deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan dan menjabarkan melalui metode studi pustaka dengan mengkaji dan membandingkan sumber-sumber yang relevan dengan studi kasus yang diamati. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan ditarik kesimpulan. Hasil pembahasan menyatakan bahwa dari dua studi rusunawa lajang, walaupun masing-masing rusunawa lajang ini menerapkan poin yang berbeda-beda. Kota Semarang terus mengalami lonjakan pertumbuhan populasi dan pembangunan infrastruktur, hal ini merupakan sedikit dari penyebab timbulnya beragam masalah, seperti kepadatan lahan yang mengakibatkan menjamurnya daerah kumuh dan menurunnya jumlah Ruang Tata Hijau. Rumah Susun Sederhana Sewa lajang sebagai solusi menjawab kawasan padat permukiman dan kemiskinan, yang sudah lama dikenalkan oleh para perancang perkotaan. Rusunawa dengan pendekatan konsep penggunaan pencahayaan alami terhadap desain jalur evakuasi rusunawa lajang. Ruangan yang panas dan perancangan rusunawa yang tidak tepat turut mempercepat terjadinya pemanasan global, dikarenakan peningkatan penggunaan energi pendingin buatan dan penurunan kuantitas vegetasi. Tantangan dalam penelitian ini adalah mengadakan hunian yang ramah bagi manusia dan alam, dengan memperhatikan aspek penggunaan pencahayaan alami. Penggunaan material dan strategi desain yang berorientasi pada pencahayaan alami terhadap jalur evakuasi dalam perancangan rusunawa ini, terbukti telah memberi banyak dampak positif dari segi kenyamanan termal penghuni. Kenyamanan termal yang dimaksud yaitu dari segi suhu radiasi, suhu operatif, kelembaban, kecepatan angin, dan pencahayaan yang telah memenuhi standar yang berlaku di Indonesia.

Kata-kunci : rusunawa, pencahayaan alami

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, C 025-031
Download PDF