Evaluasi Keberadaan Taman sebagai Sarana Restoratif di Lingkungan Hunian

by

Nisa Farasa, Angela Christysonia Tampubolon, Fauzan Alfi Agirachman, R. Muhammad Amanda C., Monika Ata

Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), ITB

Abstrak

Taman di lingkungan hunian cenderung memiliki kemampuan untuk dapat difungsikan sebagai sa-rana restoratif karena kehadiran taman sebagai elemen alam berkontribusi secara substansial terha-dap kepuasan berhuni di lingkungan tersebut. Penelitian mengenai lingkungan restoratif memiliki dua landasan teori, yaitu Attention Restorative Theory (ART) oleh Kaplan (1995) dan Perceived Restorativeness Scale (PRS) oleh Hartig, et al. (1997). Karakteristik lingkungan yang memilki sifat restoratif adalah pembedaan dengan keseharian (being away), pesona (fascination), kesesuaian dengan tujuan atau minat (compatibility), keterhubungan (connectedness), dan cakupan (scope). Kemampuan restoratif taman di lingkungan hunian akan diuji melalui pemakaian PRS. Taman Griya Caraka di Cingised, Arcamanik dipilih sebagai studi kasus. Sebanyak 32 responden yang merupakan pengguna taman menjawab kuesioner yang mengacu pada PRS. Hasil penelitian menemukan bahwa Taman Griya Caraka dapat menjadi sarana restoratif karena memiliki kemampuan restoratif yang tinggi dengan indikator kesesuaian dengan tujuan atau minat (compatibility), pesona (fascination), dan cakupan (scope) sebagai indikator yang paling mempengaruhi.

Kata-kunci : taman, lingkungan hunian, restoratif, perceived restorativeness scale

Halaman A 001-006
Download PDF :
IPLBI2016-A-001-006-Evaluasi Keberadaan Taman sebagai Sarana Restoratif di Lingkungan Hunian