Eksternalitas Penggunaan Ruang Publik sebagai Pasar Kaget (Pop-up Market) bagi Masyarakat Dewasa Muda Kota Bandung

by

Ayumas Widya Sari1, Laras Primasari2

Program Studi Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.
Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.
Korespondensi: ayumas.widyasari@s.itb.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.6.e019

Abstrak

Ruang publik merupakan bentuk ruang di dalam kota yang digunakan penduduknya secara bersama-sama dan memilik beberapa fungsi, seperti fungsi sosial, kultural dan ekonomi. Di Kota Bandung, terdapat fenomena penggunaan ruang publik sebagai tempat berjualan yang bersifat temporal (disebut “pasar kaget”/pop-up market/flea market). Keberadaan pasar kaget di ruang publik dinilai menghasilkan konsekuensi tertentu sebagai akibat perubahan aktivitas di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah memahami eksternalitas yang dirasakan akibat penyelenggaraan pasar kaget di ruang publik bagi masyarakat dari kelompok umur 18-40 tahun (dewasa awal) di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online, studi dokumen, dan observasi untuk mengetahui persebaran lokasi pasar kaget di Kota Bandung dan eksternalitas yang dihasilkan, positif maupun negatif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa para responden menilai “kemudahan” dan “faktor ekonomi” sebagai eksternalitas positif yang paling dominan dirasakan, sedangkan eksternalitas negatif yang paling dominan adalah “masalah lalu lintas” dan “kebersihan”.

Kata-kunci : eksternalitas, masyarakat dewasa muda, pasar kaget, ruang publik

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, E 019-024
Download PDF