Desain Humanis dan Efisien Aaksen Studio Kasus: Aaksen Studio

by

Krisna Agustriana1, Agus S. Ekomadyo2

1Mahasiswa Program Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung, email korespondensi: krisagtrian@gmail.com
2Dosen Program Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung
Email korespondensi: krisagtrian@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.8.c009

Abstrak

Aaksen adalah perusahaan rintisan berbasis studio arsitektur dan desain interior yang berlokasi di Bandung. Dalam hal perancangannya, startup yang didirikan pada tahun 2018 ini berfokus pada proses desain yang efisien namun tetap bereskperimen dalam hal estetika. Artikel ini akan menjelaskan karakter Aaksen Studio dengan menggunakan buku Design in Architecture: Architecture and Human Sciences (1973). Broadbrent (1973) menyimpulkan dalam bukunya bahwa kompleksitasdalam perancangan arsitektur dapat direkonsiliasi dan diintegrasi menjadi suatu rancangan yang memiliki karakter humanis dan efisien dengan cara menyadari kebutuhan manusia serta sosia l dan strategi penerapan berikut teknis desain yang sesuai. Relevansi antara human sciences dengan perancangan arsitektur dapat ditemukan dalam desain -desain Aaksen Studio melalui analisis tiga sistem penting dalam rancangan menurut Broadbrant (1973) yaitu environment system, building system, dan human system. Sebagai startup, penyelesaian human system dicapai oleh Aaksen studiomelalui analisis keinginan dan kebutuhan klien. Sedangkan dalam metode kontruksi, studio ini menggunakan sistem modulasi dan fabrikasi, khususnya material kayu. Selain itu, rancangan lain seperti Nor House dan Bobobox mempertimbangkan konteks lingkungan yaitu di mana dan tujuan tempat tersebut didirikan. Aaksen studio mempertimbangkan tiga sistem mayor yang berkaitan dengan lingkungan, bangunan, dan manusia untuk menghasilkan desain yang humanis dan efisien.

Kata-kunci :Design in Architecture,Human Science, Aaksen, Humanis,  Efisien

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, C 009-018
Download PDF