The Cure House, West Jakarta

by

Mieke Choandi, Yoanne Widjaya, Rennywati, Nieken Adelia

Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara.

Abstrak

Di era modern, pengangguran menjadi masalah kehidupan masyarakat kota. keahlian kurang dimiliki masyarakat kelas bawah, sulit mendapatkan pekerjaan. sebuah desa terisolasi, terendam banjir selama 20 tahun dipinggiran kota Jakarta bernama Kampung Apung. Bertahan meskipun terjadi perubahan tatanan sosial lingkungan desa sejak 1990. Berjalannya waktu, eksistensi Kampung Apung mulai pudar dan hilang karakteristiknya. Berdasarkan ini, dibuatlah desain arsitektur yang dapat menjawab permasalahan sosial lingkungan dengan memanfaatkan kearifan lokal dan sejarah Keseharian kehidupan masyarakat, maka terciptalah Cure House. Proyek housing terdiri dari tempat tinggal dan lapangan pekerjaan. Menghadirkan memori kehidupan desa yakni bertani dan pengem-bangbiakan ikan lele, melakukan fungsi inovatif kegiatan kerajinan tangan dengan pemanfaatan gulma eceng gondok disekitar area. sebagai proyek revitalisasi mengusung tema green building, memanfaatkan material bambu dan kayu, dinilai ekonomis dan ramah lingkungan, merupakan karya arsitektur dalam menjaga ekosistem lingkungan hidup. Harapan dapat membangun karakter ke-mandirian warga Kampung Apung, eksistensi kampung tetap dipertahankan.

Kata-kunci : budidaya, kampung apung, pengangguran, revitalisasi

Halaman D 171-176
Download PDF :
IPLBI2016-D-171-176-The Cure House, West Jakarta