Arsitektur Pekarangan Suku Tengger di Kantung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

by

A. Tutut Subadyo

Pusat Studi Tata Lingkungan dan Bentang Alam, Jurusan Arsitektur Universitas Merdeka Malang.

Abstrak

Arsitektur pekarangan dapat menunjukkan identitas budaya masyarakatnya. Hal ini terlihat dari pola ruang, jenis tanaman, serta elemen-elemennya. Lanskap pekarangan suku Tengger di kantung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memiliki lingkungan fisik, dan sosial-budaya yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan karakteristik atribut pekarangan berdasarkan kondisi perkampungan suku Tengger di kantung TNBTS. Metode penelitian menggunakan pendekatan rasionalistik kualitatif dengan analisis campuran kuantitatif dan kualitatif. Penelitian lapang dilakukan di desa Ngadas dan Ranupani dalam kawasan konservasi yang berperan sangat strategis dalam pelesarian sumberdaya alam. Hasil analisis keragaan pekarangan di desa Ngadas dan Ranu Pani, ukurannya terkategori sempit sampai sedang, dengan rata-rata luas 104 m2. Hampir semua pekarangan di dalam enclave TNBTS memiliki zona depan yang didominasi tanaman hias dan berfungsi sebagai ruang sosialisasi dan ritual upacara adat. Zona belakang dan samping digunakan untuk budidaya tanaman pangan, holtikultura, obat, bumbu dan pati. Tanaman strata I dan II, mendominasi di pekarangan kedua desa tersebut, dan berkorelasi sesuai dengan daya dukung pekarangan ukuran sempit. Keberlanjutan pekarangan tersebut pengelolaannya harus ditopang oleh aspek ekologi, sosial, dan ekonomi agar upaya konservasi dan perwujudan kearifan lokal dalam terlaksana.

Kata-kunci : lanskap, ngadas, pekarangan, ranu pani, tengger

Halaman 031-040
Download PDF :
IPLBI2016-031-040 Arsitektur Pekarangan Tengger