Arsitektur di Lingkungan Pulau Kecil: Menemukenali Kearifan Lokal Siaga Bencana Marin di Sapuli

by

Ria Wikantari(1), Rahmi A.Ishak(2), Imriyanti(3), Abd. Mufti Radja(1)

(1)Lab.Teori & Sejarah Arsitektur, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
(2)Lab. Perancangan Arsitektur, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
(3)Lab. Perumahan, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Abstrak

Pulau Sapuli di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan menampakkan kerusakan lingkungan seperti devegetasi dan abrasi sebagai akibat dari bencana alam marin, namun, tidak menampakkan kerusakan bangunan. Pertanyaan permasalahannya: elemen arsitektur dan lingkungan manakah yang berperan siaga bencana? Penelitian ini bertujuan menemukenali kearifan lokal yang berperan dalam kesiagaan terhadap bencana alam marin dari perspektif teknologi arsitektur. Urgensi didasarkan pada kecenderungan meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian bencana angin badai dan gelombang ekstrim dalam dekade terakhir. Pengumpulan data melalui survei lapangan di pulau seluas 2.24 Ha yang dihuni oleh 125 kepala keluarga dan berkepadatan populasi 213 jiwa/Ha. Fokus pengamatan pada unsur teknologi arsitektur terdiri atas: tipe bangunan, struktur bangunan, massa bangunan, bentuk atap, fasade; dan pada unsur teknologi lingkungan terdiri atas: lokasi bangunan, orientasi, jarak antarbangunan. Analisis bersifat deskriptif-eksplanatif disertai interpretasi data empirik berdasarkan teori dan ketentuan yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa, kecuali lokasi bangunan, semua unsur amatan merupakan kearifan lokal yang berkontribusi pada kesiagaan dan ketahanan terhadap bencana.

Kata-kunci : bangunan berpanggung, struktur rangka, konstruksi dinding, massa kompak, fasade tirai-mirai

Halaman I 007-014
Download PDF :
IPLBI2016-I-007-014-Arsitektur di Lingkungan Pulau Kecil