Arsitektur Berkelanjutan pada Rumah Makan Bamboe Koening di Bali

by

Titien Saraswati

Arsitektur Tradisional-Vernakular, Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Kristen Duta Wacana.
Korespondensi: titiens@staff.ukdw.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.j066

Abstrak

Rumah Makan Bamboe Koening berada di Bali, memakai konstruksi bambu. Bangunan ini terdiri dari satu bangunan dengan denah melengkung (curve). Dengan konstruksi bambu, tanpa ragu orang akan melihat bahwa bangunan ini termasuk apa yang disebut sustainable architecture atau arsitektur yang berkelanjutan.  Pertanyaannya adalah: apakah bangunan ini memang betul termasuk kategori arsitektur berkelanjutan? Untuk menjawabnya, penulis mengeksplorasi bangunan ini dalam konteks arsitektur berkelanjutan seperti yang dikatakan oleh Kishnani (2012). Karenanya, dibutuhkan eksplorasi dan deskripsi bangunan ini mengenai apa yang terlihat secara fisik dan hubungannya dengan alam. Metode mengoleksi data dengan observasi secara fisik bangunan ini, mencari data sekunder, dan mewawancara pribadi yang berkompeten. Metode menganalisis data dengan mengeksaminasi bangunan ini dengan konsep arsitektur berkelanjutan secara kualitatif. Kesimpulannya, bangunan ini dapat dikategorikan arsitektur berkelanjutan menurut enam poin yang dikatakan Kishnani (2012).

Kata-kunci : arsitektur berkelanjutan, bambu

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, J 066-073
Download PDF