Aplikasi Nilai-nilai Arsitektur Lokal pada Sistem Struktur Hunian di Pulau Kecil

by

Imriyanti

Labo Bahan Konstruksi dan Struktur Bangunan, Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: imrianti@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.g033

Abstrak

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia. Penduduk kepulauan mempunyai kegiatan sosial-ekonomi yang berorientasi ke air. Wilayah kepulauan biasanya memiliki bangunan yang berupa rumah masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Rumah/hunian beserta lingkungannya berfungsi sebagai pusat kegiatan keluarga, pembentukan kepribadian dan memberikan ciri budaya bangsa serta sebagai tempat persemayaman generasi yang akan datang. Pulau Saugi merupakan salah satu pulau kecil di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan provinsi Sulawesi Selatan. Hunian di pulau Saugi memiliki bentuk tradisional Bugis-Makassar yaitu struktur panggung dengan material kayu. Permasalahan yang timbul adalah apakah struktur hunian di wilayah kepulauan dapat mengapilikasikan dan mempertahan arsitektur lokal tradisional Bugis-Makassar. Tujuan penelitian memperlihatkan penerapan system struktur hunian yang dapat menyatu dengan lingkungan fisik pulau Saugi sekaligus mempertahankan nilai-nilai arsitektur tradisional Bugis-Makassar. Penerapan system sub, super dan up-struktur hunian dengan material kayu dapat menyatu dengan lingkungan fisik pulau Saugi serta memberikan ciri arsitektur local di wilayah pulau kecil.

Kata-kunci : arsitektur lokal, Bugis-Makassar, kepulauan, Rumah/hunian, struktur

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, G 033-041
Download PDF