Analisis Sistem Pengelolaan Air Bersih Suku Bajo Kabupaten Bone Sulawesi Selatan

by

Samsuddin1, Muhammad Alfian2

1 Laboratorium Desain Perumahan dan Lingkungan Permukiman Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
2 Mahasiswa Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: masarchiuh@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.f087

Abstrak

Ketersediaan air bersih di kawasan pesisir dari waktu ke waktu menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Warga yang didominasi oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah, dipaksa untuk menentukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya. Pilihan tersebut, yaitu dengan membuat sumur air tanah atau membeli dari perusahaan daerah air minum (PDAM). Pilihan tersebut, bagi warga miskin dan ekonomi menengah ke bawah, bukanlah pilihan yang mudah. Mengingat, jika menggali sumur air tanah, warga harus mengeluarkan biaya yang tinggi. Sementara, jika membeli dari PDAM, biaya berlangganan setiap bulan juga bisa dibilang tidak murah. Adanya interaksi yang intensif antara masyarakat Suku Bajo dengan masyarakat yang hidup di darat menyebabkan terjadinya adopsi pola budaya oleh masyarakat Suku Bajo, termasuk pola permukiman menetap di pinggir pantai hingga bermukim di muara sungai. Salah satu permasalahan terkait dengan hajat hidup masyarakat Suku Bajo adalah pengelolaan air bersih sebagai salah satu kebutuhan primer dalam menjalani hidup mereka sehari-hari.

Kata-kunci : analisis, pengelolaan, air bersih, bajo, bone.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, F 087-092
Download PDF