Analisis Semiotika Simbol Kekuasaan pada Rumah Adat Toraja (Tongkonan Layuk)

by

Yudha Almerio Pratama Lebang

Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman.
Korespondensi: yudhaalmerio@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.i055

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis simbol kekuasaan dan ukiran rumah adat Toraja (Tongkonan Layuk) sebab, simbol dan ukiran menjadi komponen penting dalam pembangunan Tongkonan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian interpretatif kualitatif, menganilisa dan mengartikan makna dari objek yang diteliti berdasarkan fakta dilapangan, menggunakan key informan sebagai sumber data, menggunakan data primer dan sekunder melalui wawancara mendalam, obseravasi lapangan, dokumentasi kegiatan, referensi yang berkaitan dengan penelitian ini dan data dari internet. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan model semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil Penelitian ini dari empat ukiran merupakan doa dan cita-cita dari pemilik Tongkonan untuk masa sekarang dan yang akan datang. Lebih lagi, corak ukiran yang terdapat pada Tongkonan yang melambangkan status sosial masyarakat Toraja berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ukiran yang ada pada Tongkonan melukiskan simbol-simbol dari benda dan mahluk di kehidupan masyarakat Toraja. Pesan yang terdapat pada ukiran Tongkonan  merupakan falsafah hidup orang Toraja sendiri.

Kata-kunci : Tongkonan, Semiotika, Ukiran

Halaman I 055-062
Download PDF