Analisis Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton antara Destructive Test dan Non-Destructive Test dalam Perawatan Basah dan Kering (Utm Vs Upv)

by

Victor Sampebulu, Nasruddin, Pratiwi Mushar

Laboratorium Bahan, Struktur dan Konstruksi Bangunan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Abstrak

Kuat tekan beton adalah salah satu parameter yang digunakan untuk mengontrol mutu sebuah beton. Metode pengujian kuat tekan beton yang dianggap tingkat keandalannya paling tinggi adalah pengujian merusak (destructive test) menggunakan alat compressive testing machine. Pengujian membutuhkan biaya cukup tinggi dan waktu pengerjaan lebih lama. Namun terkadang pengujian harus dilakukan di lapangan. Untuk kondisi ini dibutuhkan alat pengujian untuk mengukur atau mengetahui kuat tekan beton tanpa merusak yakni dikenal dengan istilah uji tidak merusak (non-destructive test). Alat yang biasa dipakai pengujian ini adalah Ultrasonic Pulse Velocity (UPV). Jenis Penelitian adalah eksperimental. Tujuan penelitian adalah mendapatkan konstanta pengali untuk nilai hasil pengujian Ultrasonic Pulse Velocity sehingga hasilnya bisa mendekati/ sama dengan hasil pengujian menggunakan compressive testing machine. variabel penelitian adalah metode pengujian, umur selinder beton, metode perawatan. Jumlah sampel selinder beton adalah 40. Hasil penelitian adalah kuat tekan beton menggunakan Ultrasonic Pulse Velocity lebih rendah terhadap pengujian dengan compressive testing machine. dan didapatkannya konstanta pengali untuk nilai hasil pengujian dengan hammer test sehingga hasilnya lebih valid.

Kata-kunci : destructive test, kuat tekan, non-destructive test, perawatan basah dan kering, ultrasonic pulsevelocity test

Halaman H 019-024
Download PDF :
IPLBI2016-H-019-024-Analisis Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton antara Destructive Test dan Non-Destructive Test dalam Perawatan