Analisis Komparasi Kinerja Termal Ruang Luar Terhadap Ragam Tipe Pekarangan (Natah) pada Permukiman Tradisional di Provinsi Bali

by

Eka Susanti1, Desak Putu Damayanti2

1,2 Peneliti Bidang Perancangan Arsitektur, Balai Penelitian dan Pengembangan Perumahan Wilayah II Depasar,
Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman – Badan Penelitian dan Pengembangan – Kementerian PUPR
Korespondensi: eka.e.susan@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.g018

Abstrak

Konsep rumah tradisional Bali umumnya dikelan dengan sebutan Natah. Natah di bagi menjadi dua berdasarkan konfigurasi bangunannya, Tri Mandala yang bersifat linier dan Sanga Mandala yang bersifat kompak. Tiap konsep natah memiliki respon yang berbeda terhadap lingkungan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan komparasikan efek dari konsep konfigurasi bangunan terhadap kinerja termal luar ruangan. Pada kajian ini menggunakan metode pengukuran lapangan yang kemudian divalidasi dengan bantuan simulasi Envi-met untuk mencari hubungan sebab-akibat dari pola tata letak terhadap kinerja termal luar ruangannya. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep Tri Mandala mengalami fluktuasi Temperatur dan kecepatan angin lebih stabil dari konsep Sanga Mandala. Rata-rata temperature luar ruang pada konsep Tri Mandala cukup baik yaitu sebesar 24,33 oC  dan kecepatan angin antara 0,5-1m/s. Konfigurasi yang bersifat linier pada konsep ini dapat mendistribusikan temperatur dan aliran angin secara merata, sehingga proses pendinginan temperaturnya  lebih cepat.

Kata-kunci : Rumah Tradisional Bali, Kinerja Termal Luar Ruangan, Tri Mandala, Sanga mandala

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, G 018-024
Download PDF