Sherly Asriany1, Adnan Sofyan2, Ridwan

1 Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Univ.Khairun.
2 Prodi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Univ.Khairun.
3 Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Univ. Khairun.

Email korespondensi: Sherly.73@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.h001

Abstrak

Pelepah sagu atau gaba-gaba (bahasa lokal di Maluku), pada umumnya sudah diketahui oleh masyarakat lokal kalau dapat dimanfaatkan untuk bahan dinding Sabua (rumah tradisional), namun tidak pernah diketahui kualitasnya secara “terukur” dari sisi arsitektural. Pada tanaman sagu, yang dimanfaatkan atau dikonsumsi adalah isi bagian batangnya, sedangkan pelepahnya menjadi limbah. Oleh karena itu, berbagai upaya pemanfaatan pelepah sagu ini semestinya patut diapresiasi karena merupakan suatu tindakan yang bersifat “green”. Perbedaan material pada bangunan secara umum mempengaruhi tingkat kenyamanan termal di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mengkaji pola tatanan ruang dalam bangunan hunian di daerah tropis lembab dengan mengembangkan material lokal gaba-gaba sebagai dinding partisi. Dalam lingkup bangunan hunian, kajian yang dihasilkan diarahkan untuk pengembangan material/konstruksi komponen bangunan dan komponen ruang di bangunan. Penelitian ini berada dalam paradigma pengukuran/pengujian. Melalui pengukuran didapatkan koefisien konduktivitas bahan (koefisien “k”). Setelah diketahui angka koefisien tersebut, maka dapat dilakukan uji simulasi pada suatu kasus konsep rancangan bangunan dengan menggunakan beberapa software, misalnya dengan TRNSYS untuk uji simulasi termal. Melalui teknik analisis data yaitu uji simulasi maka dapat diketahui, seberapa efektif bahan dinding gaba-gaba ini dapat menghemat sistem pengkondisian udara per satuan volume ruangan. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa material gaba-gaba yang berasal dari pelepah sagu mempunyai nilai konduktivitas bahan sebesar 0,0193-0,0195 watt/m°C dan mampu menurunkan temperatur ruang sebesar 12,5-19°C. Makin tebal dan makin tinggi tingkat kerapatan material gaba-gaba maka makin tinggi pula kemampuan menurunkan temperatur ruang dengan nilai konduktivitas yang semakin kecil.

Kata-kunci : Gaba-gaba, Hemat Energi, Kenyamanan Termal, Material Alternatif

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6.
H 001-006