Analisis Itensitas Pencahayaan Alami pada Ruang Kuliah Prodi Arsitektur Universitas Malikussaleh

by

Nova Purnama Lisa1, Nurhaiza2

Perencanaan dan Perancangan Kota, Behavior Environment Architecture dan Desain, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.
Perencanaan dan Perancangan Kota, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.
Korespondensi: novapurnamalisa@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.h061

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengukur itensitas pencahayaan pada ruang kuliah  Prodi Arsitektur Universitas Malikussaleh dengan pendekatan studi simulasi komputasi menggunakan Velux Daylighting Visualizer 2.0. Untuk melakukan analisis tata Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung khususnya ruang kuliah di Perguruan Tinggi, sampai dengan menghasilkan suatu rekomendasi untuk tata perancangan sistem pencahayaan alami pada ruang maupun bangunan gedung dengan strategi efisiensi bangunan yang hemat energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya alami dapat didistribusikan secara horizontal. Pencahayaan alami dapat dikatakan baik apabila pada siang hari cahaya yang masuk ke dalam ruangan cukup terang dan distribusi cahaya didalam ruangan merata atau tidak menimbulkan kontras yang mengganggu. Faktor penentu yang mempengaruhi intensitas pencahayaan alami pada ruang diantaranya, orientasi bangunan terhadap matahari, komponen refleksi luar yang disebabkan oleh pantulan cahaya terhadap penghalang cahaya yang masuk. ruangan-ruangan pada lantai 1 (satu) hampir seluruhnya tidak memenuhi standarisasi pada area bidang kerjanya. Hasil simulasi yang memenuhi standar terdapat pada Ruang kuliah dan Ruang Studio Reguler di lantai III  dengan DF 2.50% dan 7.50%  area bidang kerja terpenuhi.   Berdasarkan kondisi di lantai I gedung Prodi Arsitektur, penyebab utama nilai faktor pencahayaan alami tidak terpenuhi adalah pada bagian bukaan (material bukaan, ukuran bukaan) dan kedalaman ruangnya. Bukaan pada gedung Prodi Arsitektur terutama pada jendela memiliki jarak 1.50m antara jendela yang satu kejendela yang lain dengan posisi jendela atau bukaan berada di sisi kiri dan kanan bangunan.

Kata-kunci : Itensitas cahaya,  pencahayaan alami, ruang kuliah,  simulasi komputasi, velux daylight visualiser

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, H 061-066
Download PDF