Analisis Bentuk Fasade Gedung Menara Phinisi (Studi Kasus: Nilai Iluminasi pada Ruang Kerja)

by

Nurul Jamala1, Ramli Rahim2, Rosady Mulyadi3

1,2,3  Lab. Sains dan Teknologi Bangunan/Pencahayaan/Pencahayaan Alami, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Email korespondensi : nuruljamala@yahoo.co.id

https://doi.org/10.32315/ti.8.b076

Abstrak

Dalam merencanakan bangunan gedung, perlu memperhatikan desain model bangunan terhadap distribusi cahaya alami ke dalam ruang. Apabila dapat memaksimalkan pemanfaatan sinar matahari, maka dapat meminimalkan penggunaan energi listrik sebagai sumber pencahayaan buatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai iluminasi pada beberapa ruang yang terletak pada area  selubung bangunan. Pada gedung Menara Phinisi terdapat beberapa ruang yang berhubungan langsung dengan bukaan jendela pada selubung bangunan. Ruang-ruang tersebut mempunyai bentuk fasad vertikal, horisontal dan diagonal. Pada penelitian ini, hanya membandingkan bentuk fasad horisontal dan vertikal. Metode penelitian kuantitatif dengan menganalisis  hasil data pengukuran nilai iluminasi pada ruang kerja gedung Menara Phinisi. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa bentuk fasad dan orientasi bangunan mempengaruhi nilai iluminasi dalam ruang, yaitu fasad vertikal lebih tinggi dibandingkan dengan fasad horisontal. Ruang dengan bentuk fasad sama, namun orientasi berbeda mempunyai nilai iluminasi berbeda pula. Hasil penelitian merupakan panduan dalam merencanakan bangunan gedung hemat energi, namun tetap memperhatikan nilai estetika bangunan.  

Kata-kunci : fasad bangunan, tingkat iluminasi, selubung bangunan.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, B 076-083
Download PDF