Ardelia Jessica Cungwini1, Dea Fathur Rochman1, Yahya Ayyash Asaduddin1, James William Rinaldi2, Febrian Aji Nugroho1, Agus Suhardjono Ekomadyo

1 Mahasiswa Program Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
2 Dosen Program Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.

Email korespondensi: ardeliajessicac@students.itb.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.6.i123

Abstrak

Setiap perancangan, jika dikaitkan dengan subjek yang merancangnya, pasti akan menghasilkan sesuatu yang dapat disebut unik. Keunikan ini menjadi ciri khas tiap perancang dalam karya-karya yang dibuatnya. Namun, dalam suatu perusahaan yang besar, apakah proses perancangannya juga memiliki keunikan? Hal ini tidak selalu terlihat dengan mudah dalam tiap perusahaan, tetapi dengan menggunakan teori-teori dari para ahli, penelitian akan keunikan ini dapat dengan mudah dilakukan. Contoh perusahaan yang sulit dilihat keunikannya adalah AECOM. AECOM adalah perusahaan perancangan yang sudah mencapai tingkat dunia. Namun hingga saat ini, tidak terlihat dengan jelas apa yang menjadi ciri khas dari perusahaan ini sehingga dapat menjadi perusahaan yang berperan besar dalam dunia pembangunan. Dengan teori dari Geoffrey Broadbent, keunikan dari AECOM dapat dilihat dengan jelas, yaitu dengan meneliti sistem bangunan dari tiap proyek AECOM. AECOM merupakan perusahaan yang sangat signifikan dalam merancang sistem bangunan, yaitu dengan memanfaatkan teknologi bangunan untuk mewujudkan suasana internal.

Kata-kunci : desain, kontruksi, rekayasa, bentuk

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6.
I 123-130