Adaptasi Perilaku Meruang Masyarakat Nelayan Pasca Reklamasi Wilayah Pesisir Teluk Palu

by

Burhahuddin(1), Bambang Setioko(2), Atiek Suprapti(2)

(1)Perancangan dan Rekayasa Arsitektur, Arsitektur, Perancangan, S1 Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako.
(2)Lab. Perancangan Kota dan Permukiman, Permukiman, Perancangan Kota dan Permukiman, S1 Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Abstrak

Perkembangan Kawasan Teluk Palu dengan Konsep Gandaria” dengan mengedepankan  reklamasi pantai sebagai obyek pengembangan, kondisi tersebut sangat menimbulkan permasalahan di wilayah pesisir, terutama masyarakat nelayan yang ruang aktivitasnya terganggu dan tidak mendapatkan solusi yang baik. Reklamasi Teluk Palu berdampak ke wilayah lain (abrasi) secara terus menerus,hal ini dapat merusakbiota laut akibat aktifitas reklamasi. Aktivitas meruang  membutuhkan seting/wadah berupa ruang untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungannya. Pendekatan melalui pemahaman tentang faktor privasi, rasa keruangan, dan perilaku teritorialItas yang mempengaruhi persepsi tentang environmental comfort dan kualitas lingkungan merupakan dasar pengetahuan yang ditawarkan dalam mengantisipasi kemungkinan kekurang berhasilan suatu desain arsitektural, dan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penentu pembentuk teritorialitas ruang dengan metode pendekatan rasionalistik kualitatif. Bahasan adaptasi perilaku meruang, ditemukan teritorialitas ruang pada wilayah pesisir yaitu pembentukan teritorialitas ruang dapat dilihat dari pengaruh komponen fix di dalam ruang,  kedekatan individu/kelompok dan jarak pengguna dalammembentukseting ruang sehingga terbentuk teritori masyarakat.

Kata Kunci : Adaptasi, Perilaku Meruang, Masyarakat Pesisir, Teluk Palu

Halaman B 001-008
Download PDF :
TI2015-B-001-008-Adaptasi Perilaku Meruang Masyarakat Nelayan Pasca Reklamasi Wilayah Pesisir Teluk Palu