PROSIDING TEMU ILMIAH

Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Ni Putu Suda Nurjani  1

1 Fakultas Teknik.Universitas Mahendradatta

Email korespondensi: suda.nurjani@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.10.d019

Abstrak

Provinsi Bali terkenal dengan keunikan wujud arsitektur, dengan makna dan tata nilai ruang yang penuh dengan filosofi. Tata nilai ruang dalam arsitektur tradisional Bali di masa lalu, penerapannya dimulai dengan pembangunan hunian masyarakat. Pasca-pariwisata masuk ke Bali, bangunan publik semakin banyak berkembang, yang mana bangunan ini diharuskan untuk beradaptasi dengan tata nilai lokal arsitektur Bali. Kebijakan lokal daerah Bali senantiasa menuntut adanya penyesuaian identitas lokal terhadap bangunan baru yang dikembangkan sebagai fasilitas wisata. Penelitian ini mencoba mengkaji sejauh mana investor menyesuaikan desain bangunan khususnya yang difungsikan sebagai fasilitas wisata, yang dibangun di sepanjang kawasan Kuta Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus bangunan fasilitas wisata yang ada di Kecamatan Kuta Utara, Badung Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat beberapa teknik dan strategi adaptasi bangunan fasilitas wisata yang dilakukan masyarakat dan investor, agar dapat menyesuaikan diri dan mempertahankan identitas lokal Bali. Teknik tersebut diantaranya adjustable, versatile, refitable, convertible, scalable dan movable.

Kata-kunci : adaptasi desain, fasilitas wisata, Kuta Utara

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 10.
D019-D030