Adaptasi Teritorialitas pada Permukiman Horisontal ke dalam Permukiman Vertikal

by

Sofian D. Ananto

Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Isu keterbatasan dan alih fungsi lahan permukiman telah menggerakkan orang untuk bermukim secara vertikal. Fenomena ini mengharuskan terjadinya perubahan gaya hidup penghuni yang didasari adanya perbedaan perilaku antara budaya bermukim di permukiman horisontal dan vertikal. Salah satu penyebab kegagalan desain permukiman vertikal adalah ketidakmampuan rancangan untuk secara perlahan mengurangi rasa keterasingan penghuni pada budaya bermukim vertikal. Salah satu strategi desain yang dapat dilakukan adalah dengan adaptasi perilaku bermukim horisontal ke dalam permukiman vertikal. Teritorialitas, sebagai hasil dari interaksi sosial, yang merupakan perilaku mendasar dalam budaya bermukim masyarakat di permukiman horisontal, tidak dijumpai lagi dalam permukiman vertikal. Tulisan ini akan mengajak kita memahami perlunya menghadirkan perilaku teritorialitas dalam budaya bermukim vertikal. Selanjutnya akan digambarkan bagaimana perilaku teritorialitas diadaptasi dalam desain Apartemen Rakyat di Gedebage. Diharapkan dengan pendekatan ini proses adaptasi penghuni permukiman vertikal dapat berlangsung dengan baik.

Kata-kunci : adaptasi, interaksi sosial, permukiman vertikal, teritorialitas

Halaman C 001-004
Download PDF :
TI2015-C-001-004-Adaptasi Teritorialitas pada Permukiman Horisontal ke dalam Permukiman Vertikal